Langsung ke konten utama

Beremok


oleh 
Muhammaad Rifki Mu'az

Alhamdulillah terimakasih kepada Alloh SWT, kepada Nabi kita Muhammad SAW , kepada orang tua dan kawan-kawan yang saya hormati. Pada hari sabtu tanggal 05 januari 2019 saya dan kawan-kawan LASAHBERAJAH melanjutkan kegiatan rutinitas mingguan dimana kegiatan diskusi ringan atau lebih tepatnya ber_SHARING SPACE dimana sharing space di maknai dengan saling berbagi, berbagi segala hal yang berkaitan dengan segala asfek atau pengalaman kawan-kawan yang sudah di REMOQ dalam berbagai perkumpulan yang sudah di gelutinya.

Di mana yang akan memantik kaawan-kawan pada diskusi sekarang ini adalah sodara Ilham Golik. Sodara Ilham Golik terlahir dari keluarga yang bisa di bilang keluarga seni dimana ayahanda dari sodara Golik kolektor barang-barang antik dan pelestari kebudayaan yang ada pada bidang seni dan pengembangan kebudayaan.

Golik terlahir menjadi anak ke dua dari beberapa saudaranya, dan goliklah satu-satunya yang meneruskan kifrah dari orang tuanya diantara beberapa saudaranya, status golik pada sementara ini adalah ia masih menjadi mahasiswa disalah satu kampus dimataram, ia dikenal sebagai orang yang humoris mudah bergaul dan pleksibel, sesekali ia suka mendaki gunung, mungkin ini sedikit biodata dari pemantik pada sabtu sore ini sodara Ilham Golik berhubungan cuaca begitu cerah menyinari dengan terang mengiringi berjalannya diskusi kami pada sore hari ini.
Inilah hasil pemaparan sodara Golik tentang
BEREMOQ.

Ini menjadi harus dilakukan setiap hari karena semua manusia tidak terlepas dari apa yang disebut kebutuhan. entah itu kebutuhan biologis, ekonomis dan sosial.

Kebutuhan Biologis
Ini menjadi harus terpenuhi karena menyangkut individu. Yang muda teruslah jalin cinta kasihmu dengan cara yang sesuai dengan syariat islam dan yang sudah berkeluarga jagalah kerajaan mu dengan saling percaya dan saling mengerti. Di sisi lain manusia saya katakan harus mengambil pesan dari cara hidup kera, yang bila mana kerja jika memanjat di pepohonan dia tidak bertahan dalam satu ranting, artinya menyiapkan diri untuk hari esok dan hari selanjutnya itu harus.

Kebutuhan Ekonomi
Ekonomi adalah bagaimana seseorang berupaya mencari rizki untuk mencukupi kebutuhan, makan, listrik, dan keperluan sekolah.

Kebutuhan Sosial
Interaksi harus terus belajar dan terus terjalin, karena hakikat hidup manusia adalah: ada untuk orang lain.

    Peroses Diskusi "Beremok" oleh Saudara Gollik

Dalam pandangan saudari Niltu dinari tentang BEREMOQ:

Pada dasarnya beremoq adalah upaya mencari sesuatu yang bermanfaat untuk penyambung hidup kita entah untuk memenuhi kebutuhan biologis, sosial, spiritual, ekonomi dan psikologis. Kalau kita tidak beremoq maka kita tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup ini. Sama halnya beremoq dalam artian orang tua kita, dulu mereka mengumpulkan perout (bekas tebasan kayu atau bekas tebasan bambu) untuk di bakar dipakai untuk memasak dan bagaimana cara dia mendapatkan makan karena menurut pemapran bapaknya saudari nari bahwa dulu kita tidak akan dapat makan kalau tidak beremok.

Dari sebab itu perjuangan orang tua kita dulu sangatlah luar biasa dibanding zaman kita sekarang yang di sebut dengan zaman milineal. serba instan, siap saji, kapan pun kita mau makan tidak ada batasan, tidak  seperti orang tua kita dulu, mereka pergi beremoq baru bisa mendapatkan sesuap makanan dari hasil beremoq yang ia peroleh.

Dari sebab itu marilah kita mamfaatkan zaman yang kita temui pada saat ini. Yaitu zaman milineal dimana orang hidup dengan penuh keinstanan akan tetapi di balik keinstanan ini banyak terselip tangis para orang tua kita yang menangisi laku kehilangan sebagian pekerjaan mereka dengan datangnya zaman yang di namakan zaman Z di mana zaman orang bisa melakukan segala hal dengan skejap mata.

Dari BEREMOQ ini mari kita sama-sama membangun kesadaran bagaimana kita memamfaatkan zaman zaman sekarang ini supaya orang-orang tua yang kita cintai yang telah kehilangan pekerjaannya dengan datangnya zaman milineal. Bagaimana kita bersama-sama memikirkan apa dan bagaimana orang tua kita sekarang supaya bisa BEREMOQ nafkah kembali untuk menyambung hidup dan menafkahi keluarga-keluarga kecil mereka pada zaman milineal saat ini.

    mencari kayu bakar

Mungkin hanya ini yang bisa saya simpulkan atas sedikit pemaparan saudara Golik dan sodari Niltu Dinari tentang BEREMOQ. dan apa yang sudah kita lakukan pada saat ini akan menjadi tapak tilas orang-orang tua kita terdahulu di kalangan masyarakat teman masing-masing, dan tidak luput saya ucapkan terimakasih buat restu orang tua kita yang telah ikhlas mendoakan yang terbaik untuk perjalanan anak-anaknya supaya menjadi anak yang bermamfaat pada masanya nanti, cukup sekian semoga barokah amiiinnnn.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tumpangsile 1: Pentingnya Gerakan Pemuda Di Tengah Masyarakat

Helmi Yusup Akhirnya tibalah saatnya tanggal 30 setelah sekian tanggal berlalu di bulan September ini. Malam ini Selasa, 30 september 2019 pukul 20:12 Wita adalah malam pertama kegiatan Tumpangsile yang merupakan rangkaian dari acara Bepupek #2 2019 yang di gagas oleh para pemuda dan pemudi Desa Sesela kecamatan Gunungsari dengan komunitas Ampure Sesela yang akan berlangsung Di Aula Kantor Desa Sesela. Tumpangsile itu sendiri merupakan kelas berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sama sama duduk bersila ala warga diiringi serutan kopi sehingga Susana mengalir seperti yang sering di ungkapkan oleh Saudara Golik “ngalir ngaliir !!!”..hehe suasana pembacaan buku Fiersa Bisari Modertaor Zairurrahman saat membuka kelas Tumapangsile pertama  Menurut jadwal malam ini kita ada tumpangsile pertama “Pentingnya Gerakan Pemuda di tengah Masyarakat” bersama Saiful Bahri, S.Pt atau yang bisa kami sapa Semeton Epol. Dia adalah ketua karang taruna Desa Sesela namun sebelu...

Nyelempo, Berpindah Menuju Lebih Baik

Oleh Rifki Mu'az Pada pertemuan diskusi minggu ini pada tanggal 13 April 2019 kawan kawan Muda/I sesela leawat program LASAHBERAJAH mengangkat tema tentang “Nyelempo” yang berlokasi di Basecamp LASAHBERAJAH jln, Dende Siti Fatimah Gg, baitul Amin Dusun Cengok Desa Sesela kecamatan Gunungsari. Yang menjadi pemantik adalah saudara Helmi Yusup (kojerizm) dan yang memoderatori saudara Zamhari Rahman, kami memulai diskusi ini pada pukul 16.40 Wita bersama kawan-kawan Muda/i Sesela.     suasana Diskusi Tentang Nyelempo Pemantik membuka dengan menyapa semua kawan-kawan yang hadir dengan mengucapkan salam. Sebelum ia menjelasakan isi materi yang di paparkan ia melontarkan pendapat kepada kawan-kawan tentang apa itu Nyelempo, Helmi Yusup menunjuk saudara kedi, Kedi mengatakan Nyelempo adalah kecendong ketelep (hilang dan muncul) dari permukaan air untuk membawa badan kita berenang lewat dalam air dari satu tempat ketempat yang lain inilah pendapat dari saudara Kedi...

Catatan Taqiudin di pagalaran Bepupek

Taqiudin Nama saya Ahmad Taqiyudin biasa di panggil oleh kawan-kawan Taqi saya adalah mahasiswa UIN Mataram, awal saya masuk LASAHBERAJAH saya di ajak oleh salah seorang paman saya yang bernama Ibnu Ruslan disaat pemutaran filem tentang biografi TGH Abdulhalim di rumahnya pada tanggal 10 november 2018 bertepatan dengan hari pahlawan, awalnya saya malu untuk ikut bergabung di LASAHBERJH tapi konon kata paman saya jangan malu karna disini kita itu sama tak ada yang pintar dan tak ada yang bodoh intinya kita disini sama-sama belajar. walaupun pada saat itu hati saya sangat tidak tenang atau bimbang sampai-sampai saya memikirkannya selama tiga malam apakah saya akan tetap berteduh pada zona nyaman atau apakah saya harus keluar dari zona nyaman tersebut, pada akhirnya saya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman tersebut guna untuk mencari siapa sebenarnya diri saya ini. diskusi dan evaluasi setelah mencari data di tokoh tokoh Sesela peroses bepupek pada malam minggu tanggal...